1. ini kisah hujan dan sungai..

    takkan ada sungai bila tak ada hujan, dan begitu pula sebaliknya.
    mereka tak selalu berdampingan, tak tentu juga kan bertatap muka. bergelut dalam harapan, entah akankah bersaut senyum  atau hanya diam berharap berpapasan meski dalam isyarat.

    hujan selalu berusaha mengumpulkan titik titik uap hingga akhirnya ia cukup berisi untuk menitikan salam yang jatuh bersama air dan bermuara ke sungai. hujan bertumpu harap kala kemarau tiba, sampai musim hujan datang dan meluapkan kerinduan berlabuh ke sungai. kadang ia terlalu larut dalam rindu, sampai sampai sungai meluap karena tumpahan rindu yang tak kira-kira jatuh padanya.
    hujan tidak pernah tahu kapan ia akan berhenti, ia hanya bisa berdoa untuk angin yang membawanya. agar jatuh tepat di permukaan sungai, atau paling tidak airnya meresap hingga sampai di sunggai.
    tahukah kamu, hujan menantikan musimnya, berusaha menjenuhkan dirinya dengan rasa sayang, ia paham bahwa kelak rasa itu akan jatuh pada tempat yang semestinya.

    begitu pula sungai, sungai tak pernah tahu kapan hujan kan datang, hingga akhirnya sirna. kala kemarau, wajahnya menyusut, ia tertegun sedih mengapa hujan tak kunjung datang. kala musim hujan datang, ia selalu bersiap. ia tahu, hujan tak pernah sanggup menahan rindu yang ia hempaskan ke permukaan.
    ia mengenal hujan sangat baik, meskipun hujan begitu misterius. kadang hujan datang baik baik, menghapus susutan wajah sang sungai. bahkan kadang hujan datang tanpa kompromi hingga akhirnya banjir menghampiri. tapi satuhal, sungai selalu setia menampung air yang menghujam wajahnya, apapun dampaknya.

    mengertikah kamu bahwa rasa yang ada dapat menjaga kebersamaan hujan dan sungai. mereka nyata, rasa itupun nyata. pada akhirnya mereka akan terus merindukan kebersamaan sampai sampai tidak ada kemarau yang mampu menghapus kerinduan mereka.

     


  2. Kamu tahu mengapa sulit bagiku menatap rindu ?

    karena merindu…

    sama dengan melebarkan harap untuk bertemu 

    semakin sulit bagiku menganggalkan rasa

    satu hal lagi, rindu tak berbeda dengan cinta

    terkadang ia juga bertepuk sebelah tangan.

     


  3. Karena jarak bukan hanya tentang menunda temu, tetapi juga meredam rindu atau memangkas rasa yang masih begitu semu.
    — K. Aulia R. (via ourmetime)
     


  4. special one for you :) Happy Birthday !!!

     


  5. People are often unreasonable, irrational, and self-centered. Forgive them anyway.

    If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives. Be kind anyway.

    If you are successful, you will win some unfaithful friends and some genuine enemies. Succeed anyway.

    If you are honest and sincere people may deceive you. Be honest and sincere anyway.

    What you spend years creating, others could destroy overnight. Create anyway.

    If you find serenity and happiness, some may be jealous. Be happy anyway.

    The good you do today, will often be forgotten. Do good anyway.

    Give the best you have, and it will never be enough. Give your best anyway.

    In the final analysis, it is between you and God. It was never between you and them anyway.

    — Mother Teresa
     

  6. aaa.. this’s cool!! yay #throwback signed, sealed, delivered :)

     
     

  7. ilustrasinya ~

    (via teenagepics)

     


  8. Sepertinya alasan pungguk tidak pernah mendapatkan bulan adalah karena ia hanya sekedar merindukan, tidak berdoa dan mengusahakan.
    — (via kuntawiaji)

    (via nvidyayuniarti)

     


  9. Bertahanlah ketika kamu mengenal seseorang yang dengannya kamu merasa menjadi lebih baik, lebih sabar, lebih menghargai hidup, lebih berpikir positif padahal dia tidak pernah mengatur-mengatur atau menyuruhmu untuk berubah.
    — 

    @andinavika

    (via kurniawangunadi)

    (Source: andinavika, via nvidyayuniarti)

     


  10. Ketika pengen nonton konser tapi gada partner yg available -,- ahsudahlah :(

     


  11. Pemimpin itu ada yg jago Ber-retorika
    Ada pula yg kritis dalam menganalisa
    Bahkan banyak yang tajam dalam menggoreskan pena
    Ada jg yang dipuja karena sederhana
    Atau yang sekedar dekat dengan warga

    Itulah Pemimpin, tak wajib sesempurna idealita, ketika tak terpenuhi satu atau dua, tentu bukan pembenaran utk kita mencelanya
    Maka, jika ini perlu, berilah ia masukan secukupnya.

    Pernahkah kita berpikir kearah sana?

    — Ajat Santoso (via mandalawangi)
     


  12. Rasa

    Tak diungkap, namun terungkap

    Tak disapa, namun tersapa

    Tak dituju, namun tertuju

    Tak dilihat, namun terlihat 

    Tak dilarut, namun terlarut

    Pernahkah kau menerka?

    Psstt.. 

    Mungkin ini soal ‘rasa’

    Adakala semut sampai berpaling dari gula

    Mestinya rasa itu sedang manis semanis manisnya

    Adakala melepehkan adalah pilihan terbaik

    Ternyata rasa itu pahit 

    Kadang ia begitu candu

    Kau tak mengelak untuk mencintainya

    Kadang ia begitu hambar

    Kau tak sudi mengecapnya

    'rasa' ia membuat kau merasa

    Beruntung ia hadir berbeda beda

    Jikalau sama, maka peruntungan kau yang menentukan.

    Tak dirasa, namun terasa. 

    Bekasi, 5 Agustus 2014

     


  13. Ice Cream

    I just need a scoop of green tea ice cream to calm my mind.

    Aku adalah penggila jenis makanan dingin satu ini, yang seketika lumer waktu dilahap. Ice cream, green tea itu menu favoritku. Aku suka green tea, sangat suka.. ini karena aku jatuh cinta pada rasanya yang menenangkan hati. Rasanya yang begitu candu, 

    Akhir - akhir ini aku juga suka rasa strawberry mint, bukan tanpa alasan. memang yang satu ini cukup pandai memanjakan lidah. Tak hanya itu, terkadang kita menyukai sesuatu karena cerita atau memori di belakangnya. Ya, mungkin sajaa, ini karena aku pernah jatuh cinta pada… yang menghadirkan rasa ini dalam hidupku. Ahahaha.. mungkin ini hanya gurauanku saja. 

    Sesungguhnya, aku mengagumi dia yang menciptakan ice cream. Mungkin kata terimakasih belum cukup untuk semua rasa yang berhasil jadi obat bius pas lagi banyak masalah. 

    Terimakasih Ice Cream~

     


  14. Sejauh mana mampu melangkah, Setangguh apa menghadapi badai, Hanya kamu yang tahu pasti bagaimana membangkitkan dirimu dari rasa pesimis dalam diri.
    — Self-talk
     


  15. Aku bukan menunggu seseorang yang mampu menyembuhkan lukaku, aku menunggu seseorang yang mampu membahagiakan hingga aku lupa kalau sedang terluka.